David Luiz jalani tes medis di Chlesea

Menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas ini PSG dikabarkan telah menerima tawaran Chelsea untuk David Luiz, dengan nilai transfer sekitar 32 juta pounds.

Muncul kabar yang mengatakan bahwa telah terjadi kesepakatan antara PSG dan Chelsea masalah kepindahah David Luis ke Chelsea, klub yang telah membersarkan namanya tersebut.

The Blues dikabarkan ingin mendatangkan kembali bek Brasil itu ke Stamford Bridge. Luiz sendiri  pernah bermain di Chelsea sebelum akhirnya  meninggalkan London pada tahun 2014 dengan harga 50 juta poundsterling dan menjadi bek termahal dunia usai dibeli PSG.

David Luiz tidak menjadi pilihan utama di skuat Chelsea yang saat itu masih di latih oleh Jose Mourinho, dan sang pelatih memutuskan untuk menjualnya ke paris yang saat itu diminati oleh PSG.

Dan menurut kabar yang beredar, juara Prancis itu kini akan mengalami kerugian dengan menjualnya ke Chelsea lebih murah. Kabar terbaru juga mengatakan bahwa Luiz akan terbang ke London untuk melakukan tes medis hari ini.

Sebelum bermain bersama PSG, David Luiz pernah bermain untuk Viktoria dan Benfica sebelum akhirnya bergabung dengan Chelsea pada bulan Januari 2011 dengan transfer mencapai 25 juta euro dengan kontrak berdurasi lima setengah tahun. Selama membela Chelsea ia berhasil meraih 1 gelar piala FA dan 1 gelar Liga Champions UEFA.

Davi Luiz diketahui mempunyai momen indah bersama Chelsea ketika menjuarai Liga Champion, saat itu dia bermain selama 120 menit di final melawan Bayern Munchen menggantikan posisi yang ditinggal John Terry karena terkena sanksi larangan bermain. Pada laga itu Chelsea keluar sebagai pemenang lewat penalti dengan skor 4-3, dan david Luiz menjadi salah satu eksekutor yang berhasil mencetak gol.

Di timnas Brazil David Luiz telah bermain sejak tahun 2010 dan telah bermain sebanyak 33 kali penampilan hingga November 2013.

Bersama PSG Luiz sudah membantu klub paris tersebut memenangkan dua trofi Ligue 1 di dua musim terakhir, namun setelah pergantian manager menjadi Unai Emery, membuat posisi sang pemain di tim utama menjadi tidak pasti.