Iwan Setiawan Timnas U-19 Bikin Presiden Borneo FC Geram


Iwan Setiawan Timnas U-19 Bikin Presiden Borneo FC Geram – Pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan, sempat menggegerkan jagad sepak bola Indonesia dengan peryataan kontroversialnya. Pria kelahiran Aceh itu menyatakan di depan awak media bahwa dia lebih pantas menangani Timnas U-19 Indonesia menggantikan Indra Sjafri. Terkait hal tersebut, eks pelatih Persebaya Surabaya itu lantas dihujat dan dicaci oleh banyak publik sepak bola Indonesia yang kesal atas ucapannya. Tidak mau tinggal diam, Presiden klub Borneo FC, Nabil Husein, dibuat geram dengan pengakuan Iwan yang dilontarkan usai mengalahkan Persegres Gresik United, Senin (4/9/2017).

Tetapi kami tidak akan diam, karena kami punya kesepakatan dalam kontrak jika coach Iwan tidak bisa menjaga nama baik club! Karena tidak sepatutnya kami berkomentar. Lebih baik fokus pada klub ketimbang mengurusi orang lain. Sekali lagi, atas nama pribadi saya mohon maaf. Tidak hanya itu, pria yang juga pernah meraih penghargaan pebisnis sukses di ajang Indonesian Best Entrepreneur Award 2014 itu akan mengambil tindakan untuk Iwan.

Iwan Setiawan Timnas U-19 Bikin Presiden Borneo FC Geram – Pelatih Borneo FC, Iwan Setiawan, merasa melatih Pesut Etam terasa seperti kembali ke rumah seusai dipercaya menggantikan posisi Ricky Nelson. Terlebih lagi, pada saat mendapatkan tawaran tersebut, Iwan tak lama diberhentikan sebagai pelatih tim kontestan Liga 2, Persebaya Surabaya. Alhamdulillah, buat saya kembali ke Borneo seperti kembali ke rumah sendiri. Saya sudah ketemu chemistry dengan teman-teman di manajemen dan teman-teman yang ada di tim sendiri, Minggu (3/9/2017).

Iwan mengatakan hal itu memang bukan tanpa alasan. Sebelumnya, dia juga pernah menukangi Pesut Etam saat menjadi kampiun Divisi Utama 2014. Bahkan, Iwan juga sempat mengantar Borneo FC menjadi juara pada ajang Piala Gubernur Kalimantan Timur edisi 2016 lalu. Dia juga sudah mengenal karakter sebagian besar para pemain Borneo FC saat ini, mulai dari Lerby Eliandri, Sultan Samma, hingga Diego Michiels. Kebetulan saya saat ini kembali ke Borneo dengan kondisi mayoritas pemain yang ada sekarang merupakan pemain-pemain yang memang pernah bersama saya. Jadi, untuk membangun sesuatu yang bersifat taktik dan saya tidak menemukan banyak kesulitan.