Kroasia Gagal Juara Piala Dunia 2018

Kroasia Gagal Juara Piala Dunia 2018 – Presiden Kroasia, Kolinda Grabar-Kitorvic tetap bangga dengan Luka Modric dan teman-teman, meski gagal di pertandingan final Piala Dunia Rusia 2018. Berhasil lolos ke babak final saja menurutnya sudah membawa Kroasia ke puncak dunia.

Timnas Kroasia kalah dengan score 2 Р4 dari Prancis di Stadium Luzniki, Mosckow dini hari. 4 Gol Prancis diciptakan oleh Mario Mandzukic (gol bunuh diri), Antoine Griezmann, Paul Pogba, dan Kylian Mbappe. Sedangkan 2 Gol balasan Kroasia diciptakan  Ivan Rakitic dan Mario Mandzukic.

Kekalahan itu membuat Kroasia gagal menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1998. Menjadi runner up di Piala Dunia Rusia 2018 menjadi prestasi terbaik mereka di event ini.

“Tidak masalah jika kita memengkan emas atau perak. Karena, kami berada di puncak dunia dan saya¬† sangat senang dengan negara saya,” kata Kolinda.

Dalam final Piala Dunia Rusia 2018, Kroasia mendominasi permainan dengan menguasai ball possession sampai 66%. Kroasia melepaskan 13 tendangan, 4 diantaranya mengancam gawang Prancis.

Kroasia Gagal Juara Piala Dunia 2018

Kroasia Gagal Juara Piala Dunia 2018

Curi Perhatian

Kolinda mencuri perhatian selama pertandingan Piala Dunia Rusia 2018. Dari babak fase Group sampai pertandingan pamungkas, Kolinda tidak pernah melewatkan satu kompetisi yang dimainkan Kroasia.

Selalu mengenakan jersey Kroasia di setiap kompetisi, suami Jokov Kitarovic tersebut tidak mau duduk di tribun VIP saat memberikan dukungan untuk Luka Modric dan teman-teman. Kolondia memilih untuk membaur dengan rakyatnya di tribun penonton.

Bahkan, di pertandingan final, meski negaranya kalah dari Prancis, Ibu 2 anak tersebut memberikan pelukan hangat untuk gelandang Prancis dan Kroasia. Ia juga tidak mengunakan payung, meski hujan lebat untuk memberikan medali kepada para pemain.

Presiden Pintar

Kroasia Gagal Juara Piala Dunia 2018

Kolinda merupakan presiden wanita yang pandai. Ia mengeyam pendidikan di Zagreb, Wina, Washington DC. dan Harvard. Ia juga menyelesaikan pendidikan terakhirnya di bidang Dokter di Kroasia.

Dia juga bisa berbicara dengan banyak bahasa. Dia menguasai bahasa Kroasia, Inggris, Spanyol, dan Portugis. Kolinda juga mengerti bahasa Jerman, Prancis, dan Italia.

Dia menjadi Presiden keempat Kroasia di bulan Februari 2015, sekaligus perempuan pertama yang menjadi presiden Kroasia. Sebelum menjadi orang nomor 1 di negaranya, ia sudah memegang beberapa posisi sejak bergabung dengan Unai Demokrat Kroasia (HDS) di tahun 1993. Ia memulai kariernya di HDS sebagai penasihat untuk kementrian Luar Negeri.