McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

Inggris tidak terbantahkan jadi negara yang paling dilihat dunia jika berbicara soal sepakbola. Tidak lain karena popularitas kompetisinya yang begitu meriah, Liga Primer Inggris. McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

Sorotan pun menjalar ke para pemain lokalnya, yang dapat perhatian lebih dibanding pemain dari negara lain. Walau sering dibanjiri sanjungan, tapi tetap muncul panangan bahwa pemain Inggris sulit untuk memiliki karier yang bagus jika berkarier di luar negeri.

Luther Blisset, Jonathan Woodgate, Ashley Cole, Joe Hart, dan tentu saja Michael Owen, jadi contoh nyata bagaimana para pemain Inggris ga
gal memiliki karier setenar di negeri sendiri saat berkarir ke negeri orang.

Legenda Liverpool, Steve McManaman, adalah salah satu dari sedikit pemain Inggris yang sukses di luar negeri. Membela Real Madrid selama empat musim, dia sukses persembahkan sepasang gelar La Liga Spanyol dan Liga Champions, serta masing-masing satu Piala Super Spanyol dan Piala Super Eropa.

Walau begitu dalam wawancara eksklusifnya, McManaman justru tolak pemikiran yang ada. Dia merasa pandangan itu ada, karena memang tak banyak pemain Inggris yang memutuskan berkarier di luar negeri karena sudah berada di tempat terbaik dalam wujud EPL.

“Tidak banyak pemain Inggris yang berkesempatan berkarier di luar negeri. Mayoritas merasa mereka tidak perlu melakukan itu,” ucap McManaman.

“Bagaimana dalam 10 tahun terakhir orang-orang sering membicarakan betapa bagusnya klub-klub seperti Manchester United atau Chelsea. Tim-tim seperti itu dominasi EPL dan berkarir bagus di Liga Champions.Saya pikir ketika Anda bermain di klub-klub bagus seperti itu, Anda tak perlu pergi dari EPL. Lagipula struktur EPL sangatlah bagus.

McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

“Pertimbangan lainnya adalah ketika Anda memutuskan untuk bermain di liga luar negeri, Anda tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri. Anda harus memikirkan soal istri, anak, keluarga, apa mereka akan bahagia? Jadi saya pikir sangat sulit untuk berganti kompetisi dengan bermain di liga yang berbeda.

“Dengan saya pribadi, begitu juga dengan Gareth Bale, punya periode yang luar biasa. Bale bahkan kini sudah ada di musim kelimanya bersama Madrid dan kelihatan masih menikmatinya. Jadi saya pikir masing-masing orang berbeda, tergantung bagaimana keadaannya.”

Selama kariernya di luar negeri bersama Madrid, McManaman lalu ungkapkan bahwa Zinedine Zidane adalah rekan setim yang paling berkesan baginya. Kualitas permainan Zizou dipandangnya begitu luar biasa.

“Saya bermain dengan banyak pemain bintang. Namun saya selalu mengatakan Zinedine Zidane mungkin pesepakbola terbaik. Di luar lapangan dia seorang gentleman. Dia orang yang sangat baik, karena menurut saya yang terpenting adalah jadi seseorang yang baik,” jelas McManaman.

“Di atas lapangan, Anda tahu Zidane adalah bintang yang tak terbantahkan. Saya juga bermain untuk Liverpool dan ada banyak pemain yang sangat bagus pada saat itu. Namun untuk saya, Zidane mungkin adalah yang terbaik.”

Walau begitu secara personal McManaman mengaku lebih dekat dengan mantan rekannya di Liverpool dahulu, Robbie Fowler, karena tumbuh dan tinggal bersama di Kota Pelabuhan. Selain itu dia juga sebut mantan rekannya di Madrid, seperti Santiago Solari dan Christian Karembeu.

McManaman Tolak Pernyataan Pemain Inggris Sudah Sukses Di Luar Negeri

“Robbie Fowler adalah salah satu teman terbaik saya dan saya secara reguler sering bertemu dengannya. Kami berdua lahir di Liverpool, keluarga kami mengenal satu sama lain. Saya punya hubungan pertemanan yang sangat lama dengannya,” ujar McManaman.

“Selain itu ada juga Santiago Solari, yang sekarang melatih tim junior Madrid, dia adalah teman baik saya. Ada juga Christian Karembeu. Masih ada lainnya, tapi hal baiknya adalah dalam tim yang pernah saya bela, kami semua masih saling berteman. Itulah yang terpenting untuk saya,” jelasnya.

Melihat statusnya sebagai legenda dua tim besar, yakni Liverpool dan Madrid, McManaman rupanya punya jawaban pasti jika kedua eks klubnya tersebut kembali bertemu di final Liga Champions musim ini.

“Saya akan sedih jika Liverpool dan Madrid bertemu di final lagi, tapi pada 2019 di Wanda Stadium, saya akan senang jika Liverpool yang keluar sebagai pemenang, karena Madrid sudah terlalu sering menjuarainya,” jelasnya singkat disertai tawa.

<>