Pahlawan Portugal di Final Euro 2016 Pernah Berencana Bunuh Diri


Penyerang tim nasional (timnas) Portugal, Eder, merupakan pahlawan Selecao berkat satu golnya ke gawang Prancis di final Piala Eropa 2016, Senin (11/7) dini hari WIB. Golnya itu sekaligus membawa Portugal meraih gelar juara Piala Eropa untuk yang pertama kalinya.Namun siapapun orang nya pasti pernah mengalami yang namanya problema kehidupan atau masalah tidak terkecuali pahlawan tim nasional Portugal itu, sempat mengalami frustrasi dalam menjalani kehidupan. Bahkan, dia dikabarkan pernah berencana meakhiri hidup dengan bunuh diri.

Dua tahun yang lalu, Eder mengalami nasib buruk ketika tampil di Piala Dunia 2014. Penyerang Lille itu salah satu dari pemain Portugal yang bermain sangat buruk bahkan Eder juga disebut yang membuat Portugal gagal di babak penyisihan grup.
Kegagalan itu menambah daftar masalah beban hidup Eder. Sebelumnya Eder memiliki momen terburuk dalam hidupnya yang tidak akan pernah bisa dia lupakan sehingga hingga sekarang masih membekas dalam dirinya.

Tepatnya 11 tahun yang lalu Filomeno Antonio Lopes yang merupakan ayah Eder membunuh ibu tirinya, Domingas Olivais. Trauma yang cukup besar dan kritikan dari publik tersebut membuat pemain berumur 28 itu berencana ingin mengakhiri hidupnya lebih cepat.
Eder mengatakan bahwa pikirannya saat itu sangat kacau dan mengarah ke sesuatu yang sangat buruk sehingga dia mengalami fase terendah dalam hipunya. Hingga akhirnya Kepercayaan diri dan motivasi hidup Eder kembali bangkit lewat bantuan seorang perempuan bernama Susana.

Susana sendiri adalah seorang psikolog, mereka bertemu ketika tim nya bertanding di Braga, Eder yang saat itu butuh sesorang untuk menenangkan jiwanya meminta Susana untuk membantunya kembali membangun mimpi. Susana pun terbilang berhasil karena Eder berhasil keluar dari masa lalunya dan menjadi pahlawan bagi timnas Portugal.

Sebelum menjadi pahlawan Portugal di final Euro nama Eder sama sekali tidak perah terdengar di sepanjang Piala Eropa 2016 kali ini. Bisa dipastikan hampir seluruh penggila sepak bola hanya mengenal Cristiano Ronaldo atau Luis Nani sebagai bintang dari Selecao, hingga satu pertandingan merubah segalanya.