Permainan Messi Menurun Karena Tato


Para pemain sepakbola diketahui gemar menghiasi tubuh mereka, cara yang mereka lakukan adalah dengan tato. Namun tato sangat lah tidak di anjurkan, dokter asal Jerman baru-baru ini menyebutkan jika tato bisa mengurangi skill permainan seorang pesepakbola. Hal ini juga berlaku kepada pemain besar seperti Lionel Messi, permainan Messi menurun karena tato.

Tato dan para pemain sepakbola bukanlah hal yang baru. semakin banyak pesepakbola yang menghiasi tubuh mereka dengan macam gambar.

Ada yang melambangkan suatu momen khusus ketika berhasil membawa klubnya meraih gelar juara, seperti halnnya yang dilakukan Sergio Ramos ketika Real Madrid meraih La Decima pada 2014 silam.

Tidak sedikit pula pemain yang membuat dengan makna filosofi pada tatonya. Seperti mega bintang PSG, Neymar, yang membuat desain khusus di tubuhnya untuk menghormati ibunda tercinta.

Meski hal tersebut dapat membuat seseorang terlihat lebih keren dan gagah, akan tetapi tato dapat membawah pengaruh buruk kepada seorang pemain.

Hal ini diungkap oleh seorang pakar kesehatan yang berasal dari Jerman, Ingo Frobose. Dia mengatakan jika tato akan membuat pemulihan pemain sepakbola menjadi lama di bandingkan dengan pemain yang tidak bertato. Pernyataan itu tanpa alasan, pasalnya tinta yang masuk ketubuh akan menjadi racun.

Bahkan dokter Frobose menganjurkan para klub agar melarang setiap pemain mereka untuk menato.

Pemain terbaik sepanjang masa, Lionel Messi, diketahui gemar menato tubuhnya beberapa tahun terakhir. Dan apakah ada hubungannya atau tidak, pada saat itu juga sinarnya selalu kalah dari sang rival, Cristiano Ronaldo. Sehingga bisa di simpulkan permainan Messi menurun karena tato.

Pada musim lalu, pemain asal Argentina itu hanya bisa membawa timnya menjuarai Copa del Rey. Sedangkan Ronaldo sendiri, yang sama sekali tidak menato tubuhnya dan juga berusia dua tahun lebih tua dari Messi, berhasil menjuarai Liga Champions dan Liga Domestik. Bahkan Ronaldo sebelumnya bgerhasil membawa Portugal menjuarai Euro 2016.

Frobose mengatakan jika tinta tato dapat diserap oleh tubuh dan masuk kedalam kelenjar getah bening, tentu itu berpotensi jadi kanker. Selain karena menjadi racun, tato juga dapat mengganggu proses kerja tubuh untuk mengeluarkan keringat serta mengatur suhu