Terkait Neymar, La Liga laporkan PSG ke UEFA


Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas mengecam manuver saga transfer PSG yang ingin membeli Neymar dari Barca presiden La Liga laporkan PSG ke UEFA. Tebas mengatakan pihaknya akan seger melaporkan klub Ligue 1 tersebut ke UEFA karena dianggap melanggar aturan Financial Fair Play dalam upaya merekrut sang pemain.

Pada hari Rabu kemarin Barca resmi mengumumkan Neymar ingin pergi dari Camp Nou. Dia dikabarkan akan gabung dengan PSG di musim panas ini.

PSG sendiri diberitakan mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar agar bisa mendatangkan bintang Brasil itu. Mereka akan menebus klausul pelepasan Neymar yang mencapai 222 Juta Euro.

Menurut Tebas, kondisi perekonomian PSG saat ini tidak mungkin bisa membayar klausul tersebut kecuali PSG mendapatkan dana dari Investor mereka yang tentunya akan melanggar FFP. “Nota keberatan ini sudah kami siapkan dan akan di paparkan kepada UEFA, dan juga Mahkamah Swiss, yang mempunyai kekuasaan akan hal tersebut,” terang Tebas.

Secara umum, La Liga Spanyol mengecam ketidak adilan ketika bersaing oleh klub yang didukung oleh sebuah Negara. Atau tim yang mendapat investasi dan besar dari sebuah negara yang ingin membeli pemain dengan nilai berapapun agar bisa dibawa ke klub mereka.”

“Sementara kasus PSG, sangat terlihat jelas jika mereka mendapatkan dana yang berlimpah, dari¬† negara sponsor mereka yaiti Qatar Investment Group. Rekening Paris Saint Germain juga saat ini merupakan yang memiliki pendapatan yang jauh lebih besar dari Manchester United dan Real Madrid, yang mana itu mustahil.”

“Jika UEFA tidak menanggapi keberatan kami, maka kami bertekad akan mengajukan tuntutan. Kami hingga kini belum melakukan hal tersebut karena kami sendiri yakin UEFA sedang melakukan pemeriksaan dalam upaya memastikan FFP tetap ditegakkan “ungkap Presiden La Liga Spanyol tersebut.